Luma adalah teman cerita berbasis AI yang masih uji coba. Dalam satu sesi, kamu bisa kirim foto untuk dilihat secara terbatas, lalu ngobrol dengan Luma soal perasaanmu. Kamu bisa mengecek, mengoreksi, atau menolak hasilnya.
Badan
Dilihat dari foto, secara terbatas
Foto wajah, tubuh bagian atas, dan lidah jadi bahan untuk melihat tampilanmu dan memberi info kesehatan secara terbatas. Ketiganya wajib di setiap sesi. Foto yang nggak terbaca atau gagal diproses perlu diganti sebelum hasil keseluruhan dibuat.
Foto bukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Hasilnya masih dugaan awal, bisa keliru, dan bukan diagnosis.
Perasaan
Ngobrol dan menggali bareng
Luma mengajakmu menceritakan kejadiannya, situasinya, dampaknya, cara kamu menghadapinya, dan tujuanmu. Luma juga mengecek apakah rangkumannya sudah pas. Kamu bisa mengoreksi, menolak, atau melewati saran.
Obrolan memakai ceritamu sebagai bahan; foto tidak ikut masuk ke obrolan. Ringkasan sesi bisa memuat hasil foto dan hasil obrolan, tanpa menyimpulkan bahwa yang satu menyebabkan yang lain.
Masih uji coba, untuk mengenal diri
Fitur Luma masih uji coba. Kategori dari AI bukan skor alat ukur yang sudah teruji, dan memakai Luma belum membuktikan akurasi atau manfaat klinisnya. Anggap hasilnya bahan untuk direnungkan yang bisa kamu koreksi, bukan kepastian soal kondisimu.
Batas yang jelas
Luma bukan alat diagnosis, bukan pengganti psikolog atau tenaga kesehatan profesional, dan bukan layanan darurat. Untuk memastikan kondisi atau menentukan perawatan, bicarakan dengan tenaga kesehatan profesional. Kalau kamu dalam bahaya langsung, hubungi layanan darurat setempat.